Selamat pagi hujan,
Sengaja saya menulis ini ketika suhu diruangan mendingin cuaca lagi sedang romantis romantisnya. Sejak pagi lingkungan saya bekerja sedang dingin dinginnya. Namun tetaplah panas dengan load kerja yang semakin meninggi, Beberapa minggu lalu saya menceritakan keadaan akhir akhir ini yang sangat membuat saya stres bukan kepalang, simple temannya saya bilang ” Kamu mungkin sedang berada di titik jenuh “. Oke saya sepakat !! Memang saat ini kita butuh piknik biar gak gila kata salah seorang teman.
Beberapa saat lalu membaca disebual social media “twitter” tentang sebuah perangkat pemutar musik yang mungkin sebagian orang sudah tidak menggunakan lagi, tetapi bagi saya perangkat itu termasuk yang sering menjadi perjalanan separuh umur saya saat ini. Ya perangkat itu bernama Winamp. Saya ingat masa sewaktu masih duduk di bangku SMP pertama kali menggunakan perangkat itu di komputer jadul saya. Mungkin kembali ke masa itu dimana kaset pita masih sangat berjaya, koleksi kaset dari band idola dengan pengorbanan semasa itu boleh dibilang bisa puasa jajan. Saya ingat betul dengan harga kaset ketika itu antara 20-25 ribu saya rela tidak jajan selama 2 minggu. Saya bukanlah anak yang mudah meminta ke orang tua apalagi dengan alasan meminta uang untuk membeli kaset pita pasti tidak di kasih. Era kaset pita mengingatkan kita pada sebuah pensil mungkin, iya ada beberapa kawan memposting gambar Kaset + Pensil agar anak cucu kita nantinya melihat bahwa ada hubungan yang romantis antara kaset dan pensil. Kemudian selang beberapa tahun di awal milenium era kejayaan kaset itu mulai pudar dan digantikan oleh semacam kepingan piring bernama CD.
Dan saat itupun winamp menjadi teman saya ketika sendiri di dalam kamar. ataupun sedang menjadi teman yang paling setia ketika mengerjakan sebuah tugas kuliah. Mungkin era winamp akan jadi sebuah era sama persis seperti era kaset, Winamp memang perangkat lunak yang saat inipun banyak berbagai macam pilihan software pemutar musik yang lebih canggih. Tapi bagi saya winamp dengan tampilan klasiknya tetap menjadi favorit saya.
Kalau boleh menuliskan, mungkin winamp paling mengidolai album dari Coldplay, Oasis, Radiohead dan berbagai macam musik musik indie tanah air. Playlist yang selalu ada di pilihan musik winamp saya. Tetapi winamp tak sepenuhnya hilang, masih tetap bisa dinikmati hanya saja tidak ada lagi versi baru dari winamp.
Era Kaset Era Winamp sampai jumpa di era berikutnya. (entah era apalagi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar